Sabtu, 05 Januari 2013

~ Semua Orang Punya 4 Istri ~

Istri ke-4 Dunia,
Istri ke-3 Keluarga.
Istri ke-2 Badan.
Istri Pertama Amal.

~ Istri ke - 4 ~


Istri ke-4 ini lebih muda, lebih menyegarkan, lebih menyenangkan. Syahwat lebih ke istri yang ke-4 ini jika tidak melatih untuk mengendalikan syahwat. Bawaannya mencurahkan waktu dan kebersamaan buat istri ke-4 ini.
Dialah Dunia. Habis waktu kita, pikiran kita, tenaga kita,
untuk dunia.
Kita cari sebanyak-banyaknya dia ini, tapi bukan
untuk mendukung istri pertama, yakni amal.
Dunia yang kita cari buat dunia juga. Bukan
untuk hari akhir.

Carilah dunia, tapi
untuk berbagi,
Untuk bersedekah,
Untuk kita bisa memakmurkan masjid,
Untuk kita bisa mendukung dakwah dan pendidikan,
Untuk bisa bermanfaat bagi sebanyak-banyaknya anak-anak yatim, dhuafa, dan fakir miskin.

Carilah dunia agar kita bisa membuka lapangan pekerjaan dan usaha bagi sebanyak-banyaknya orang. Dan kemudian membawa sebanyak-banyaknya orang u/ menjadi hamba Allah yang shalat, ngaji, dan juga cinta berbagi.
Buka kantor, toko, pabrik, showroom, sekolah, kampus, usaha, agar bisa membawa semua yang ikut dengan kita u/ belajar baca Qur’an, mencintai amalan-amalan sunnah, shalat tepat waktu, dan bersiap-siap bersama-sama menuju alam akhir dalam keadaan siap.





~ Istri ke-3, adalah Keluarga ~

Betapapun kita mencintai mereka, mencurahkan perhatian dan cinta u/ mereka, dan mereka pun memerhatikan, sayang, cinta, kepada kita, tetep saja.

Tetep saja apa?

Tetep saja kalau kita meninggal, ga ada yang mau diajak masuk nemenin ke dalam pekuburan.
Setelah selesai prosesi pemakaman, mereka satu per satu akan meninggalkan kita.
Bahkan saat kita masih di ruang tengah rumah, sudah terdengar gelak tawa dari anggota keluarga kita.
Padahal saat itu kita sudah mulai repot dengan pertanyaan alam kubur.
Di ruang depan, sebagian keluarga kita malah merokok, bercanda-canda, dan bicara-bicara tentang dunia: tentang proyek mereka, tentang pekerjaan mereka.
Kita masih belom dikubur, tapi udah ga mau nemenin kita total.
Mereka tetap ninggalin kita buat makan, minum, mandi, dan melayani tamu yang datang.
Tiba saatnya dikubur, bener-bener malah mereka akan memulai kehidupan baru.
Yakni kehidupan tanpa kita.

Lantas Dimana Tempat Berkumpul dengan Istri ke-3?

Persiapkan diri dan keluarga, u/ berkumpul bersama-sama.
Tapi di Surga. Jangan di Neraka.
Kita berpisah, dengan kematian, dari keluarga kita, sementara saja.
Setelah itu, kita akan dikumpulkan kembali.

Di mana?

Tergantung amal saleh kita, pendidikan kita, cara kita membawa anak-anak dan keluarga kita.
Jika kita ajarkan mereka mengaji, shalat, berderma, menjauhi maksiat, hidup penuh berbagi, menuntut ilmu tapi u/ bermanfaat bagi orang banyak, insyaAllah kita akan berkumpul di Surganya Allah.
Namun jika sebaliknya, maka neraka akan menjadi sejelek-jeleknya tempat berkumpul.



 ~ Istri ke-2, yaitu Badan ~

Di Buku Kado Ingat Mati, saya atas izin Allah menulis, bahwa ada yang lebih setia ketimbang dunia dan keluarga kita.

Yakni badan kita.
Dunia ga mau nganter kita ke kuburan, keluarga ga mau ikut dikubur. Tapi badan, mau ikut dikubur.
Badan yang kita perhatikan, yang kita beri vitamin, yang kita beri suplemen, kita rajinin minum habbatussauda, madu, sakit sedikit kita curahkan u/ badan kita, akan “dibayarnya” dengan dia ikut serta sama kita dikubur.

Namun, itu pun ada masanya.
Badan kita akan hancur, kecuali badan sedikit orang yang benar-benar menjadi Kekasih-Nya.

Tersisa 1 istri yang bakal menemani kita bukan hanya di pekuburan, tapi hingga nanti menemui Allah, Tuhan Yang Memiliki Pengadilan Akhir.

Dialah istri pertama yaitu amal.





~ Nah Inilah Istri Pertama Istri Yang Paling Setia, yaitu Amal ~

Istri pertama di kehidupan kita adalah amal.

Amal ini yang paling setia.
Setelah dunia ga mau diajak mati, diajak ke dalam kubur, keluarga kita pun hanya mau sampe ke tepian kuburan saja.
Nengok kita, setahun sekali. Itu pun 5-10 menit saja.
Badan kita, mau ikut dikubur. Tapi buat apa juga?

Kita perlu yang bisa membela kita.
Nah, ternyata yang paling setia, adalah istri kita yang pertama, yakni amal. Amal akan menemani kita sampe nanti yaumil hisab.
Dia akan membela mati-matian, sampe nanti dia ga bisa bela lagi.

Dia begitu setia. Sayang, kadang bagi sebagian orang, istri setia ini ga diperhatikan.
Kurus, jarang diberi makan minum, jarang diperhatikan.
Shalat, sebagai amal, berwajah hancur. Sebab bulang bolong.
Sekalinya shalat, tanpa ilmu, tanpa jiwa.
Tapi ya segitunya, amal berupa shalat ini tetep akan setia menjaga dan membela kita.
Sedekah, juga merupakan salah satu bentuk amal.
Sayang lagi, sedekah kita begitu sedikit.
Rasanya, demi melihat keburukan dan dosa kita, tidak bisa dia membela kita.

MaasyaaAllah.

Amal apa lagi yang bakal kita harapkan bisa membela
Puasa?
Shalat berjamaah?
Birrul walidain, berbuat baik sama orang tua?
Berbuat baik sama tetangga, sodara, manusia, alam?
Kejujuran, kesabaran? Keikhlasan?
Duh, kita tau seperti apa amal kita…
  


<Buku Kado Ingat Mati ust. Yusuf Mansur>

Kamis, 03 Januari 2013

~ Adukan Hanya Pada-Nya ~

~ Adukan Hanya Pada-Nya ~

Mengapa manusia tidak belajar banyak dari pengalaman pahit orang lain. Bahwa ketika ia mengeluh kepada sesamanya, kehinaan yang kemudian ia dapat kelak.

Siapa manusia yang tidak punya sahabat? Siapa manusia yang tidak punya kawan? Hampir rata-rata punya. Kesedihan dan kesepianlah yang ada bila seseorang hidup sendirian tanpa ada yang menemani. Tapi bila sahabat yang kita jadikan sahabat, kawan yang kita jadikan kawan, kemudian kelak ada perselisihan sedikit saja dengan kita, maka rahasia barat dan timur segera terbuka. Itu hanya akan terjadi bila kita sering mengadukan masalah kita kepada dia, dan sering mengeluhkesahkan kesusahan kepadanya. Sebab hal ini ternyata menjadi bumerang buat diri kita sendiri.

Memang salah satu sifat manusia adalah “gatel”. Bukan gatel pengen digaruk, tapi gatel untuk berkeluh kesah. Kerjaannya banyak mengeluh. Tidak laki-laki tidak perempuan. Dua-duanya senang mengadukan kesulitan hidupnya pada orang lain. Andai kita tahu bahayanya, tentu kita akan sedikit mengerem kegatelan kita ini. Apalagi mestinya kita tahu, bahwa seberapapun hebatnya kita mengeluh, yang menakdirkan bisa menolong hanyalah kehendak Allah. Bukan sahabat kita, bukan saudara kita.

Dalam hal ini Rasul pernah memberi tahu, bahwa seharusnya kita ridha akan apa yang menimpa kita, akan apa yang terjadi pada kehidupan kita. Supaya mutiara kesulitan kita bisa dapatkan seiring dengan kesabaran kita menerimanya sebagai sebuah ketetapan Allah. Tapi yang terjadi, kita kehilangan sesuatu, lalu kita mengeluhkannya. Maka kita menjadi rugi dua kali. Pertama rugi sebab kehilangan barang yang boleh jadi kita cintai, yang kedua, rugi sebab kita tidak dapatkan penggantinya sebab kita tidak ridho [dilihat dari mengeluhnya]. Oleh karenanya kata Rasul, musibah itu satu kesusahan, tapi bila mengeluh menjadikan dua kesusahan.

Di lain kesempatan Rasul menegaskan, “barangsiapa yang bangun di pagi hari lantas mengadukan kesulitan hidupnya kepada orang lain, maka seolah-olah dia mengadukan Tuhannya [tidak rela akan takdir-Nya]. Dan barangsiapa bangun di pagi hari dalam keadaan sedih karena urusan duniawi, maka di pagi itu dia telah membenci Allah.”

“Sesungguhnya manusia itu diciptakan berkeluh kesah. Jika diberi keburukan dia mengeluh, tapi bila diberi kebaikan dia menjadi pelit. Kecuali mereka yang shalat dan menjaga shalatnya.” (al Ma’arij: 19-23).

Pada suatu hari Rasul bertanya kepada para sahabatnya, perlukah aku mengajarkan kepada kamu semua, wahai sahabatku, doanya Musa ‘alaihissalam ketika melewati lautan bersama Bani Israil? Jawab sahabat, perlu ya Rasul? Kalau begitu bacalah ini, kata Rasul:

Allâhumma lakal hamdu wa ilaikal musytakâ wa antal musta’ân wa lâ hawla wa lâ quwwata illâ billâhil ‘aliyyil ‘adzhîem.

Ya Allah, bagi-Mu segala puji-pujian. Kepada Engkaulah aku mengadu, dan hanya Engkau yang bisa memberi pertolongan, serta tiada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung.

Ya sudahlah, kita punya Allah Yang Maha Mendengar dan Maha Menjaga segala rahasia. Mulai sekarang, jadikan Allah sebagai satu-satunya mitra berkeluh kesah dan sekaligus memohon pertolongan-Nya.

***

Ada Yang Maha Mendengar, yaitu Engkau, tapi kami mencari yang tuli, yaitu manusia.
Ada Yang Maha Membantu, yaitu Engkau, tapi kami mencari yang buta, yaitu manusia.
Ada Yang Maha Membantu, yaitu Engkau, tapi kami mencari yang diam, yaitu manusia.
Ada Yang Maha Berkuasa, yaitu Engkau, tapi kami mencari yang lemah dan tak bisa berbuat apa-apa, yaitu manusia.

Bisa apa manusia yang lain? Bisanya hanya berdiri di kepentingan dirinya sendiri – kebanyakan.
Bisa apa manusia yang lain? Bisanya hanya diam tak bisa membantu – kebanyakan.
Bisa apa manusia yang lain? Bisanya hanya balik menghina dan menertawakan – kebanyakan.

Maafkan kami ya Allah, maafkan…

Source : Sahabat Yusuf Mansur

Jumat, 23 September 2011

" Ketika Kubermunajat.... "

Ya ALLAH Yang Maha Pengampun dan Penerima Taubat...
Ampunilah segala dosa dan kesalahan hamba selama ini dan terimalah taubat hamba....
Terlalu banyak dosa yang telah hamba lakukan...
Mungkin bahkan jika terkumpul hamba akan tenggelam di dalamnya...

Ya ALLAH Ya Rahman Ya Rahim...
Jadikanlah hamba seorang muslimah yang sholehah
Seorang muslimah yang senantiasa mau belajar agamaMu,
Seorang muslimah yang senantiasa mau belajar mematuhi dan menaati syariatMu,
Seorang muslimah yang senantiasa mau belajar mengenal dan mencintai Rasulnya,

Ya ALLAH Ya Rahman Ya Rahim...
Jadikanlah hamba seorang muslimah yang pandai menjaga pandangannya,
pandai menjaga pendengarannya,
pandai menjaga lisannya,
dan pandai menjaga akal pikiran serta hati dan qolbunya, bersihkanlah keduanya dari segala sesuatu yang tidak Kau ridhoi, terangilah keduanya dengan cahaya petunjukMu

Ya ALLAH Ya Rahman Ya Rahim...
Jadikanlah hamba seorang muslimah yang pandai menjaga auratnya,
Seorang muslimah yang pandai menjaga kehormatan diri dan keluarganya,
Seorang muslimah yang tawadhu, tawakal, istiqomah, sabar, ikhlas, dan pandai bersyukur
Jadikanlah hamba seorang muslimah yang berhati lembut
Jadikanlah hamba seorang muslimah yang pandai, cerdas serta manfaat
Jadikan hamba penyejuk hati orang-orang yang ada disekitarnya

Ya ALLAH Ya Rahman Ya Rahim...
Ampuni segala dosa dan kesalahan kedua orang tua hamba, juga kakak hamba
Sayangilah kami, mudahkanlah segala urusan kami...
Mudahkanlah jalan rizky kami,
Jika rizky kami masih jauh maka dekatkanlah,
Jika rizky kami masih di dalam bumi maka keluarkanlah,
Jika rizky kami masih di atas langit maka turunkanlah,
Jika rizky kami masih di dalam lautan maka keluarkanlah,
dan jika rizky kami masih haram maka halalkanlah...

Ya ALLAH Ya Rahman Ya Rahim...
Muliakanlah orang-orang yang selama ini telah mau berbagi rizkynya dengan kami
Muliakanlah orang-orang yang selama ini telah mau membantu kami
Mudahkanlah segala urusan mereka
Ampunilah segala dosa dan kesalahannya
Terimalah segala amal ibadahnya
Serta karuniakanlah rahmat dan nikmat rizkyMu yang halal dan berkah

Ya ALLAH Ya Rahman Ya Rahim...
Engkau Yang Maha Mengetahui Rahasia Langit dan Bumi...
Hamba serahkan hidup dan mati hamba serta rizky dan jodoh hamba kepadaMu
Karena apa yang ada di langit dan di bumi semua adalah milikMu
Karuniakanlah hamba kesehatan serta umur yang panjang sebagai bekal hamba beribadah kepadaMu
Jika tiba saatnya Kau ambil hakMu atasku, maka ambilah aku dalam keadaan khusnul khatimah
Engkau Yang Maha Membolak Balikan Hati...
Teguhkanlah hati hamba serta kuatkanlah iman hamba

Ya ALLAH Ya Rahman Ya Rahim...
Engkau Yang Maha Mengetahui Rahasia Langit dan Bumi...
Yang Maha Tau apa yang terbaik untuk hamba-hambaNya...
Maka berikanlah jodoh yang terbaik untuk hamba menurutMu
Lindungilah dia dimanapun dirinya berada
Ampunkanlah segala dosa dan kesalahannya
Mudahkanlah segala urusannya
Terangilah hatinya dengan cahaya petunjukMu, sebagaimana Kau terangi bumi ini dengan cahaya matahariMu
Bimbinglah dia dan jadikanlah dia imam yang sholeh
Jadikanlah kami saling meminta karenaMu
Jadikanlah kami saling mengasihi dan mencintai karenaMu
Jadikanlah kami saling mengingatkan dijalanMu
Lindungilah kami berdua dari segala fitnah
Lindungilah kami dari godaan dan perangkap syaitan
Dekatkan dan bimbing dia kepadaku
Hingga saat itu tiba, jagalah dan peliharalah hamba
Berikan kesabaran di hati kami dan pertemukanlah kami dengan cara yang indah
Sesungguhnya hamba hanya ingin mencari ridho-MU...

Ya ALLAH Ya Rahman Ya Rahim...
Yang Maha Mendengar do'a hamba-hambaNya...
Kabulkanlah do'a hambamu ini..
amiiiinn....ya robbal alamin....

Senin, 12 September 2011

TANDA - TANDA KIAMAT

Hudzaifah bin As-yad Al-Ghifary berkata, sewaktu kami sedang berbincang, tiba-tiba datang Nabi Muhammad S.A.W kepada kami lalu bertanya: " Apakah yang kamu semua sedang perbincangkan? "
Lalu kami menjawab : " Kami sedang membincangkan tentang Hari Kiamat. "
Sabda Rasulullah S.A.W. : " Sesunggunya kiamat itu tidak akan terjadi sebelum kamu melihat sepuluh tanda :
  1. Asap
  2. Dajjal
  3. Binatang Melata di Bumi
  4. Terbitnya Matahari di Sebelah Barat
  5. Turunnya Nabi Isa A.S.
  6. Keluarnya Yakjuj dan Makjuj
  7. Gerhana di Timur
  8. Gerhana di Barat
  9. Gerhana di Jazirah Arab
  10. Kelluarnya api dari kota Yaman menghalau manusia ke tempat penggiringan mereka.
Asap akan memenuhi Timur dan Barat, ia akan berlaku selama 40 hari. Apabila orang yang beriman terkena asap itu, ia akan bersin seperti terkena flu. Sementara orang kafir keadaannya seperti orang mabuk, asap akan keluar dari hidung, telinga dan dubur mereka.

Dajjal maksudnya ialah bahaya besar yang tidak ada bahaya sepertinya sejak Nabi Adam A.S. sampai hari Kiamat.
Dajjal boleh membuat apa saja perkara-perkara yang luar biasa. Dia akan mendakwa dirinya Tuhan, sebelah matanya buta dan diantara kedua matanya tertulis perkataan " Ini adalah orang Kafir "

Binatang melata yang dikenali sebagai Dabatul Ard ini akan keluar di kota Mekah dekat gunung Shafa, ia akan berbicara dengan kata-kata yang fasih dan jelas. Dabatul Ard ini akan membawa tongkat Nabi Musa A.S. dan cincin Nabi Sulaiman A.S.
Apabila binatang ini memukulkan tongkatnya ke dahi orang yang beriman, maka akan tertulislah di dahi orang itu " Ini adalah orang yang beriman ". Apabila tongkat itu dipukul ke dahi orang yang kafir, maka akan tertulislah " Ini adalah orang kafir ".

Turunnya Nabi Isa A.S. di negeri Syam di menara putih, beliau akan membunuh Dajjal. Kemudian Nabi Isa A.S. akan menjalankan syariat Nabi Muhammad S.A.W.

Yakjuj dan Makjuj pula akan keluar, mereka ini merupakan dua golongan. Satu golongan kecil dan satu lagi golongan besar. Yakjuj dan Makjuj itu kini berada di belakang bendungan yang dibangunkan oleh Iskandar Zulkarnain.
Apabila keluarnya mereka ini , bilangannya tidak terhitung banyaknya, sehingga kalau air laut Thahatiah diminum, niscaya tidak akan tinggal walaupun setitik.

Rasulullah S.A.W. telah bersabda : " Hari Kiamat itu mempunyai tanda, bermulanya dengan tidak laris jualan di pasar, sedikit saja hujan dan begitu juga dengan tumbuh-tumbuhan. Ghibah menjadi-jadi di mana-mana, memakan riba, banyaknya anak-anak zina, orang kaya diagung-agungkan, orang-orang fasik akan bersuara lantang di masjid, para ahli mungkar lebih banyak menonjol daripada ahli haq. "

Berkata Ali bin Abi Talib : "Akan datang di suatu masa dimana Islam itu hanya akan tinggal namanya saja, agama hanya bentuk saja, Al-Qur'an hanya dijadikan bacaan saja, mereka mendirikan masjid, sedangkan masjid itu sunyi dari dzikir menyebut Asma Allah. Orang-orang yang paling buruk pada zaman itu adalah Para Ulama, dari mereka akan timbul fitnah dan fitnah itu akan kembali kepada mereka juga. Dan kesemua yang tersebut adalah tanda-tanda Hari Kiamat."

Sabda Rasulullah S.A.W. : " Apabila harta orang kafir yang dihalalkan tanpa perang yang dijadikan pembagian bergilir, amanat dijadikan seperti harta rampasan, zakat dijadikan seperti pinjaman, belajar lain daripada agama, orang lelaki taat kepada isterinya, mendurhakai ibunya, lebih dekat dengan teman dan menjauhkan ayahnya, suara-suara lantang dalam masjid, pemimpin kaum dipilih dari orang yang fasik, orang dimuliakan karena ditakuti akan tindakan jahat dan aniayanya dan bukan karena takutnya kepada Allah. Maka kesemua itu adalah tanda-tanda KIAMAT. "


Source : 1001 Kisah Teladan Islam

Minggu, 11 September 2011

KISAH NERAKA JAHANNAM

Dikisahkan dalam sebuah hadist bahwa sesungguhnya Neraka Jahannam itu hitam gelap, tidak ada cahaya dan tidak pula ia menyala. Dan hanya memiliki 7 buah pintu dan pada setiap pintu itu terdapat 70.000 gunung, pada setiap gunung itu terdapat 70.000 lereng dari api, dan pada setiap lereng itu terdapat 70.000 belahan tanah yang terdiri dari api, pada setiap belahannya pula terdapat 70.000 lembah dari api.

Dikisahkan dalam hadist tersebut bahwa pada setiap lembah itu terdapat 70.000 gudang dari api, dan pada setiap gudang itu pula terdapat 70.000 kamar dari api, pada setiap kamar itu pula terdapat 70.000 ular dan 70.000 kala, dah dikisahkan dalam hadist tersebut bahwa setiap kala mempunyai 70.000 ekor, dan setiap ekor pula mempunyai 70.000 ruas. Pada setiap ruas tersebut memiliki 70.000 qullah bissa.

Dalam hadist yang sama menerangkan bahwa pada hari kiamat nanti akan dibuka penutup Neraka Jahannam. Maka sebaik saja pintu Neraka Jahannam itu terbuka, akan keluarlah asap datang mengepung mereka di sebelah kiri. Lalu datang pula sebuah kumpulan asap mengepung mereka disebelah hadapan muka mereka. Serta datang pula kumpulan asap mengepung di atas kepala dan di belakang mereka. Dan mereka (Jin dan Manusia) apabila memandang akan asap tersebut maka bergetarlah dan mereka berlutut dan memanggil-manggil " Ya Tuhan kami, selamatkanlah... "

Diriwayatkan bahwa sesungguhnya Rasulullah SAW telah bersabda : " Akan didatangkan pada hari kiamat itu Neraka Jahannam, dan Neraka Jahannam itu mempunyai 70.000 kendali, dan pada setiap kendali itu ditarik oleh 70.000 malaikat." dan berkenaan dengan malaikat penjaga neraka itu besarnya ada diterangkan oleh Allah SWT dalam surah At Tahrim ayat 6 yang bermaksud : " Sedang penjaganya malaikat-malaikat yang kasar lagi keras "
Setiap malaikat apa yang ada diantara pundaknya adalah jarak perjalanan setahun, dan setiap satu dari mereka itu mempunyai kekuatan yang mana kalau dia memukul gunung dengan pemukul yang ada padanya, maka niscaya akan hancur lebur gunung tersebut. Dan dengan sekali pukulan saja ia akan membenamkan 70.000 ke dalam Neraka Jahannam.

Source : 1001 Kisah Teladan Islam

Jumat, 18 Februari 2011

HATI SEORANG AYAH

Suatu ketika, ada seorang anak wanita yang bertanya kepada Ayahnya, tatkala tanpa sengaja dia melihat Ayahnya sedang mengusap wajahnya yang mulai berkerut-merut dengan badannya yang terbungkuk-bungkuk, disertai suara batuk-batuknya.
Anak wanita itu bertanya pada ayahnya : “Ayah, mengapa wajah Ayah kian berkerut-merut dengan badan Ayah yang kian hari kian terbungkuk?” Demikian pertanyaannya, ketika Ayahnya sedang santai di beranda.

Ayahnya menjawab : “Sebab aku Laki-laki.” Itulah jawaban Ayahnya.

Anak wanita itu bergumam : “Aku tidak mengerti.”

Dengan kerut-kening karena jawaban Ayahnya membuatnya tercenung rasa penasaran.
Ayahnya hanya tersenyum, lalu dibelainya rambut anak wanita itu, terus menepuk-nepuk bahunya, kemudian Ayahnya mengatakan : “Anakku, kamu memang belum mengerti tentang Laki-laki.” Demikian bisik Ayahnya, yang membuat anak wanita itu tambah kebingungan.

Karena penasaran, kemudian anak wanita itu menghampiri Ibunya lalu bertanya kepada Ibunya : “Ibu, mengapa wajah Ayah jadi berkerut-merut dan badannya kian hari kian terbungkuk? Dan sepertinya Ayah menjadi demikian tanpa ada keluhan dan rasa sakit?”

Ibunya menjawab : “Anakku, jika seorang Laki-laki yang benar-benar bertanggung-jawab terhadap keluarga itu memang akan demikian.” Hanya itu jawaban sang Ibu.

Anak wanita itupun kemudian tumbuh menjadi dewasa, tetapi dia tetap saja penasaran, mengapa wajah Ayahnya yang tadinya tampan menjadi berkerut-merut dan badannya menjadi terbungkuk-bungkuk?
Hingga pada suatu malam, anak wanita itu bermimpi. Di dalam impian itu seolah-olah dia mendengar suara yang sangat lembut, namun jelas sekali. Dan kata-kata yang terdengar dengan jelas itu ternyata suatu rangkaian kalimat sebagai jawaban rasa kepenasarannya selama ini.

“Saat Ku-ciptakan Laki-laki, aku membuatnya sebagai pemimpin keluarga serta sebagai tiang penyangga dari bangunan keluarga, dia senantiasa akan berusaha untuk menahan setiap ujungnya, agar keluarganya merasa aman, teduh dan terlindungi.”

“Ku-ciptakan bahunya yang kekar dan berotot untuk membanting-tulang menghidupi seluruh keluarganya dan kegagahannya harus cukup kuat pula untuk melindungi seluruh keluarganya.”

“Ku-berikan kemauan padanya agar selalu berusaha mencari sesuap nasi yang berasal dari tetes keringatnya sendiri yang halal dan bersih, agar keluarganya tidak terlantar, walaupun seringkali dia mendapat cercaan dari anak-anaknya.”

“Ku-berikan keperkasaan dan mental baja yang akan membuat dirinya pantang menyerah, demi keluarganya dia merelakan kulitnya tersengat panasnya matahari, demi keluarganya dia merelakan badannya berbasah kuyup kedinginan karena tersiram hujan dan dihembus angin, dia relakan tenaga perkasanya terkuras demi keluarganya, dan yang selalu dia ingat, adalah disaat semua orang menanti kedatangannya dengan mengharapkan hasil dari jerih-payahnya.”

“Kuberikan kesabaran, ketekunan serta keuletan yang akan membuat dirinya selalu berusaha merawat dan membimbing keluarganya tanpa adanya keluh kesah, walaupun disetiap perjalanan hidupnya keletihan dan kesakitan kerapkali menyerangnya.”

“Ku-berikan perasaan keras dan gigih untuk berusaha berjuang demi mencintai dan mengasihi keluarganya, didalam kondisi dan situasi apapun juga, walaupun tidaklah jarang anak-anaknya melukai perasaannya, melukai hatinya. Padahal perasaannya itu pula yang telah memberikan perlindungan rasa aman pada saat dimana anak-anaknya tertidur lelap. Serta sentuhan perasaannya itulah yang memberikan kenyamanan bila saat dia sedang menepuk-nepuk bahu anak-anaknya agar selalu saling menyayangi dan saling mengasihi sesama saudara.”

“Ku-berikan kebijaksanaan dan kemampuan padanya untuk memberikan pengertian dan kesadaran terhadap anak-anaknya tentang saat kini dan saat mendatang, walaupun seringkali ditentang bahkan dilecehkan oleh anak-anaknya.”

“Ku-berikan kebijaksanaan dan kemampuan padanya untuk memberikan pengetahuan dan menyadarkan, bahwa Isteri yang baik adalah Isteri yang setia terhadap Suaminya, Isteri yang baik adalah Isteri yang senantiasa menemani, dan bersama-sama menghadapi perjalanan hidup baik suka maupun duka, walaupun seringkali kebijaksanaannya itu akan menguji setiap kesetiaan yang diberikan kepada Isteri, agar tetap berdiri, bertahan, sejajar dan saling melengkapi serta saling menyayangi.”

“Ku-berikan kerutan diwajahnya agar menjadi bukti, bahwa Laki-laki itu senantiasa berusaha sekuat daya pikirnya untuk mencari dan menemukan cara agar keluarganya bisa hidup didalam keluarga bahagia dan badannya yang terbungkuk agar dapat membuktikan, bahwa sebagai Laki-laki yang bertanggung jawab terhadap seluruh keluarganya, senantiasa berusaha mencurahkan sekuat tenaga serta segenap perasaannya, kekuatannya, keuletannya demi kelangsungan hidup keluarganya.”

“Ku-berikan kepada Laki-laki tanggung-jawab penuh sebagai pemimpin keluarga, sebagai tiang penyangga, agar dapat dipergunakan dengan sebaik-baiknya. Dan hanya inilah kelebihan yang dimiliki oleh Laki-laki, walaupun sebenarnya tanggung-jawab ini adalah amanah di dunia dan akhirat.”

Terbangun anak wanita itu, dan segera dia berlari, berlutut dan berdoa hingga menjelang subuh. Setelah itu dia hampiri bilik Ayahnya yang sedang berdoa, ketika Ayahnya berdiri anak wanita itu merengkuh dan mencium telapak tangan Ayahnya. “Aku mendengar dan merasakan bebanmu, Ayah.”


credit : Belajar Quran, Kisah Dan Mutiara Hikmah
http://belajarmembacaalquran.wordpress.com/tag/hikmah/

Jumat, 25 Desember 2009

SUMMER DAYs



CHAPTER 1

Hari yang cerah untuk memulai aktifitas. Namaku Hyo.....Lee Seung Hyo, aku tinggal di Seoul dan bekerja secara sukarela sebagai guru musik di sebuah Yayasan Sosial yang menampung anak jalanan.
“ Morning class.........how are you today?” sapaku tiap kali memulai kelas
“ Ok, let’s see what we have today. “ lalu aku mengeluarkan gitar dari tempatnya kemudian mulai memainkannya.
Anak-anak terlihat sangat menyukainya setiap kali aku mengajak mereka untuk bernyanyi, sejenak kami pun hanyut dalam suasana yang hangat itu.......
“ Hm....I think it’s enough for today. I’ll see you tomorrow......” kataku mengakhiri kelas.
“ Kakak.....ini untuk kakak.....” seorang gadis kecil tiba-tiba memberikanku seikat bunga yang baru saja dipetiknya dari taman. (so sweet ^_^)
“ Terima kasih anak manis... “
Kemudian ku mulai bersiap untuk bergegas pergi ke tempat kerjaku selanjutnya. Ya...aku memang bekerja di dua tempat, meski terasa melelahkan tapi aku berusaha untuk tetap selalu bersemangat.
“ Brum.......brum.......brum.......” deru motor kesayanganku.
Kemanapun aku pergi BK selalu menemaniku. BK (Black Knight) begitulah aku memanggilnya walau terdengar sedikit konyol tapi aku tak peduli. Seperti namanya ia berwarna hitam dengan sedikit warna silver di badannya.
 “ Ciiiiiiit........ “ suara BK ketika harus berhenti tiba-tiba. “ uh......hampir saja“
“ Are you okay? “ tanyaku pada seseorang yang nyaris aku tabrak. Tapi tanpa menghiraukan pertanyaanku ia langsung terburu-buru untuk pergi.


Sesampainya di tempat kerja......
“ Hyo......what you took so long? “ tanya Yeon Woo
“ Sorry......” jawabku sambil tersenyum dan berlalu
“ Uh.....anak itu......” gumam yeon woo sambil menggaruk kepalanya.
“ Sorry boss I’m late........”
“ Don’t let our guest waiting...“
“ OK “ 
Akupun mulai beraksi dengan gaya seperti seorang cheff profesional kumainkan pisau dengan lincah memotong semua sayuran yang ada.(Waa....prok...prok...prok ^^v)
Hari ini restaurant ramai pengunjung, sampai-sampai kami kewalahan melayani tamu. Belum lagi satu teman kerjaku jatuh sakit sehingga kami kekurangan orang, sungguh hari yang melelahkan hingga tak terasa jam kerjaku pun hampir habis.
“ Ok where we’re going to have dinner now? “ tanya yeon woo yang tiba2 menampakan dirinya.
“ Hei jauhkan tanganmu dari bahuku! Nanti orang-orang akan mengira kita ini sepasang kekasih?!!” kataku sambil menyingkirkan tangannya “ Lagipula siapa yang mau mengajakmu makan malam? Memangnya kita sedang berkencan?!” (>_<)”
“ Ck...ck...ck...galaknya....kau ini seperti ibuku saja? suka sekali marah-marah... “
“ Lagipula kalau kita benar-benar sepasang kekasih siapa yang peduli? “ ujar yeon woo dengan cueknya.
“ Tenang saja....aku yang traktir? Okay...?!“ sahutnya lagi sambil tersenyum bodoh (^^)v
Nah kalian kenal orang yang baru saja kumarahi itu? Dia adalah Kim Yeon Woo (Nam Gil) meski orangnya agak sedikit aneh dan konyol tapi dia orang yang bisa dipercaya dan sangat setia kawan. Aku bersahabat dengannya sejak pertama kali aku pindah ke Seoul sekitar 4 tahun yang lalu. Dia juga yang membantuku mendapat pekerjaan di restaurant.


CHAPTER 2
Weekend ini aku mengambil cuti dan aku berencana untuk pulang menjenguk ibu di rumah.
“ Ready BK? ” dengan gaya bak seorang pembalap (pemuda berbadan gelap kali? he... ) siap  mengambil posisi (cool bgt  ^^v)
“ Brum......brum.......brum......”
“ Let’s Go! “
Hari ini aku sengaja tidak memberi kabar bahwa aku akan pulang.   Perjalanan dari Seoul menuju kampung halamanku menghabiskan waktu sekitar 2 jam perjalanan. Tak sabar rasanya ingin segera sampai...^_^
2 jam kemudian....
Kumatikan mesin BK kemudian berjalan mengendap-endap (kaya maling ja ya? Padahal di rumah sendiri tuh?) menyusuri setiap ruangan tapi ibu tidak ada, ternyata beliau ada di halaman belakang. Ku hampiri ibu dari belakang lalu kututup kedua matanya dengan tanganku.
“ Ehm...ehm.....jangan bergerak! Serahkan harta anda! “ kataku dengan sedikit merubah suaraku seperti layaknya seorang penjahat yang beringas (asal jangan beringus?he...^_^)
“ I’ll give everything for my lovely son...” sambil tersenyum ia memegang kedua tanganku dan membuka matanya
“ Omma.....bagaimana ibu tau? “
“ Ibu mana yang tidak bisa membedakan tangan anaknya dengan tangan orang lain? “ kemudian memelukku.
“ Ada apa tiba-tiba kau pulang tanpa memberi kabar? Apa kau sakit? “
“ Aku hanya meridukan ibu saja lagipula sudah lama aku tidak menjenguk ibu. Apakah ibu baik-baik saja? “
“ Ibu baik-baik saja. Ayo kita lanjutkan di dalam, ibu ingin mendengar ceritamu.... “
Kamipun menghabiskan waktu bersama sambil bercerita.

***
Waktu menunjukkan pukul 8 malam akupun berpamitan untuk kembali ke Seoul. Dalam perjalanan aku sempat singgah di sebuah mini market untuk membeli beberapa kaleng softdrink. Tak jauh dari tempatku berada, aku melihat seorang gadis yang tampak sedang melamun seorang diri di taman kota. Ketika aku melewatinya sekilas aku memandang wajahnya...
“ Sepertinya tidak asing “ gumamku sambil mengerutkan kening mencoba mengingat kembali di mana aku pernah menjumpainya.
Untuk meyakinkan diriku aku memberanikan diri untuk sedikit mendekat ke arahnya dan benar saja ternyata dia adalah...
“ Maaf bukankah anda orang yang waktu itu? “ kataku membuyarkan lamunannya
“ Ma...ma...maaf tapi sepertinya anda salah orang “ jawabnya tergagap dan tampak sangat ketakutan, wajahnya terlihat pucat pasi.
Gadis itu kemudian beranjak dan seperti ingin menghindar ia lalu berjalan menjauh dariku. Namun baru beberapa langkah tiba-tiba saja...
“ BRUUKK!!! “
“ Nona...nona...anda kenapa? “ tanyaku panik begitu melihatnya jatuh pingsan
“ What I have to do now? “ merasa sangat kebingungan aku lalu menghubungi Yeon Woo
“ Hello.....Emergency Code! “ seruku


  ***
“ Who’s that girl? “ tanya Yeon woo tiba-tiba di sela-sela kesibukan kami
“ Actually....I don’t know? “jawabku sekenanya
“ ??? “ tanda tanya memenuhi kepala yeon woo dan itu terlihat jelas di mukanya ^_^
“ Gadis itu orang yang hampir aku tabrak, tak sengaja aku bertemu dengannya semalam. Belum sempat aku bertanya banyak tiba-tiba saja ia jatuh pingsan. “
“ Bagaimana keadaannya? “ tanyaku
“ Kakakku bilang dia sudah sadar dan agaknya dia sudah mulai membaik. “
“ Terima kasih ya? Sepulang kerja nanti aku akan menjenguknya “
“ That’s what friends are for “  (^^)v



 CHAPTER 3
Gadis itu bernama Eun Hye ia baru saja tiba di Seoul beberapa hari yang lalu. Ketika aku pertama kali bertemu dengannya ternyata ia sedang di kejar-kejar berandalan. Ia ditipu, semua barang dan uangnya diambil bahkan ia mengaku akan dijual oleh pamannya sendiri!
Karena iba serta rasa bersalahku yang hampir menabraknya waktu itu, maka aku putuskan untuk menolongnya. Ia lalu aku titipkan di Yayasan Sosial di mana aku bekerja. Aku pikir dia akan lebih aman di sana setidaknya untuk saat ini.


***
“ Morning class....hari ini aku diminta untuk memberitahukan bahwa di musim panas ini akan diadakan pentas seni berupa drama musikal. Miss Hyun Joo yang akan membimbing kalian dan aku akan turut serta membantu. “
“ Hore..!!! “ anak-anak bersorak gembira
“ Jadi mulai sekarang persiapkan diri kalian masing-masing “ kataku sambil tersenyum
Karena Miss Hyun Joo meminta sedikit waktu untuk mendiskusikan acara tersebut dengan anak-anak, maka aku meninggalkan mereka. Akupun berniat untuk menemui Eun Hye. Seorang penjaga kebun berkata bahwa ia sedang berada di taman bersama anak-anak.
“ Apa aku mengganggu? “ kataku mengejutkannya.
“ Ah.....tidak, aku hanya sedang bermain bersama mereka “ ia pun tersenyum
“ Hm....anak-anak boleh kakak pinjam kakak Eun Hye kalian? “
“ Tak masalah, asal kakak berjanji akan membelikan kami permen? “
“ Baiklah kakak janji “  (^^)v
 Merekapun pergi meninggalkan kami berdua...
“ Hm....how do you feel now? “ tanyaku mencoba membuka percakapan
“ Better....o ya terima kasih? Kalau bukan karenamu entah bagaimana jadinya aku sekarang? “
“ Lalu apa rencanamu sekarang? “
“ Aku sendiri belum tahu tapi yang jelas aku harus segera mendapatkan pekerjaan. “
Singkat cerita aku kembali meminta bantuan Yeon Woo untuk mencarikannya pekerjaan. Ia pun menyanggupi untuk membujuk kakaknya agar mau membantu Eun Hye. Akhirnya Eun Hye bekerja membantu kakak Yeon Woo di butik miliknya.


CHAPTER 4
Pementasan drama musikal semakin dekat, anak-anak meminta jam latihan mereka ditambah malam hari serta meminta Eun Hye untuk ikut membantu. Kami bekerja sangat keras agar acara ini berjalan dengan sukses.
Besok adalah hari pementasan, kami memutuskan untuk sejenak beristirahat dan sedikit melakukan refreshing.
“ Baiklah anak-anak seperti yang sudah dijanjikan hari ini kita akan pergi ke Taman Bermain “ ucap Miss Hyun Joo
“ Hore..!!! “ anak-anak bersorak kegirangan
Kami semua pun pergi ke taman bermain. Semua terlihat sangat gembira, kami berbagi kebahagiaan bersama. Aku pun senang karena Eun Hye dapat kembali ceria dan entah mengapa setiap kali aku melihat senyumannya jantungku terasa berdegup kencang. Ada apa denganku? Aku yang biasanya tak pernah ambil peduli dan selalu bersikap dingin terhadap wanita, kenapa menjadi seperti ini? Sejenak pandanganku kosong menatap ke arahnya hingga....
“ BRUUKK!!! “
“ Gang san! Apa kau baik-baik saja? “ ternyata karena kurang hati-hati kakinya membentur pagar pembatas dengan keras hingga berdarah.
“ Miss Hyun Joo biar aku yang membawanya ke rumah sakit! Anda bawa saja anak-anak pulang...” dengan sigap aku menggendong Gang san dan berlari ke rumah sakit terdekat.

Beberapa jam kemudian....
“ Bagaimana keadaannya? “ tanya Miss Hyun Joo yang tiba-tiba saja sudah berada di kamar periksa.
“ Kata dokter kakinya mengalami memar yang cukup parah. “ jawabku
“ Kau pulanglah beristirahat biar aku yang menjaganya. “

Sementara itu di tempat lain....
“ Kakak....coba tengok Jun Hui! Sepulang dari taman bermain tadi badannya tiba-tiba saja panas! “ seorang anak berlari ke arah Eun Hye
“ Gawat! Jun Hui demam tinggi! Bagaimana ini...? “seru Eun Hye begitu memeriksa keningnya
“ Kita bawa saja dia ke dokter? “
“ Baiklah kalian tunggu di sini, biar kakak yang akan membawanya. “ 
Karena risau aku kembali ke asrama menengok keadaan, tapi sesaat aku tiba seorang anak mengabariku bahwa Eun Hye baru saja membawa Jun Hui ke rumah sakit. Tanpa pikir panjang aku kembali menyusul mereka.

Malam harinya....
“ Bagaimana ini? Kenapa semua jadi seperti ini? “ T_T  kata Eun Hye 
Malam ini sebenarnya kami sedang mempersiapkan segala sesuatunya untuk pentas esok hari, tapi semua tampak tidak bersemangat. Kami sangat risau dengan kejadian siang tadi. Bagaimana tidak? karena dua pemain utamanya yaitu Jun Hui dan Gang San dipastikan tidak dapat pentas. Sedangkan acara besok sangatlah penting bagi kami karena beberapa tamu undangan adalah donatur penting di yayasan ini...
“ Semua ini salahku...andai saja aku tidak menyarankan untuk pergi? Ini semua tidak akan terjadi...” kataku dengan perasaan bersalah T_T
“ Ini bukan salah siapapun, seandainya ada yang pantas disalahkan orang itu adalah aku. Karena aku yang bertanggungjawab sepenuhnya atas acara ini. “ ucap Miss Hyun Joo berusaha menenangkan kami
Sejenak kami terdiam hingga....
“ Mengapa tidak Kak Hyo dan Kak Eun Hye saja yang menggantikan mereka? “ celetuk salah seorang anak.
“ Betul! Mengapa tidak terpikir olehku? Aku rasa itu bukan ide yang buruk? “ Miss Hyun Joo melempar pandangannya ke arah kami berdua.
“ Tidak..! “ jawab kami berdua hampir bersamaan
“ Ayolah sekarang bukan saatnya untuk memilih, lagipula kalian berdua sudah akrab dengan cerita ini? “
“ Ayo kak bantu kami....” rengek anak-anak
Sejenak kami berdua terdiam, kami terlihat salah tingkah. 
“ Karena kalian tidak menjawab akan kuanggap itu sebagai sebuah persetujuan. “ ucap Miss Hyun Joo tanpa menghiraukan kami “ Baiklah kita tidak punya banyak waktu lagi! Ayo...ayo...ayo...semua kembali bekerja! “


***
Malam itu aku tidak dapat memejamkan mata. Aku merasa gelisah memikirkan apa yang akan terjadi besok? Meskipun demikian aku harus tetap berusaha, aku tidak mau mengecewakan anak-anak karena mereka sudah bekerja keras untuk ini.
“ Ayo Hyo bersemangatlah....” gumamku dalam hati



CHAPTER 5
Tamu undangan tampak sudah memenuhi ruang aula di mana pementasan akan digelar.
“ Di sini kau rupanya? “ celetuk seseorang yang suaranya tampak tidak asing bagiku
“ Wah...wah...wah...kau terlihat sangat tampan dengan setelan tuxedo berwarna putih itu! Seperti seorang pangeran dalam cerita dongeng saja?!! “
“ Yeon Woo berhentilah mengejekku! “ seruku seraya menjitak kepalanya
“ Aw...(>_<)* Hei aku tidak mengejekmu?! “
“ Ayolah sobat bersemangatlah! Tak sabar aku melihat aktingmu! “ serunya sambil menunjukkan sebuah kamera yang sudah disiapkannya.
Sebelum acara dimulai Miss Hyun Joo mengumpulkan kami semua untuk memberikan sedikit pengarahan. Kelihatannya semua tampak tegang terutama aku dan Eun Hye karena kami adalah tokoh utama dalam cerita ini. O ya aku belum memberitahu kalian ya, cerita apa yang akan kami bawakan nanti? 
Cinderela! Ya cerita itu! Sekarang bisa kalian bayangkan bagaimana risaunya diriku? Bagi seseorang sepertiku harus berakting menjadi seorang pangeran tampan hanya dalam sekali latihan?  Aku kan seharusnya menjadi music director yang hanya bekerja di belakang layar? Kenapa aku harus terlibat langsung seperti ini? Uh....(>_<)*   
“Untuk kalian berdua, jadilah diri kalian sendiri...“ ucap Miss Hyun Joo sambil tersenyum
Huft…......semangat Eun Hye……..semangat Eun Hye menyemangati dirinya sendiri 
  
***
 “ Baiklah semua siap pada posisi masing-masing. “ Miss Hyun Joo memberi aba-aba.
Kemudian tirai mulai terbuka dan satu per satu mulai keluar memainkan perannya masing-masing, hingga tiba giliranku…………
“Ayo Hyo tetap tenang.......tetap tenang........” ucapku dalam hati
Sejauh ini aku sudah melakukan yang terbaik dan penonton terlihat cukup menikmatinya. Sekarang untuk adegan selanjutnya, diiringi alunan musik lembut Eun Hye muncul dengan balutan gaun berwarna pink memperkuat kesan manis yang ada pada dirinya. Sejenak aku terpesona dengan kecantikannya...
“ Dia memang manis...” gumamku dalam hati   

Kemudian aku tersadar ketika Miss Hyun Joo memberiku kode untuk segera melanjutkan drama itu. Dengan sedikit canggung aku mengajaknya untuk berdansa. 
Di akhir cerita seperti yang sudah kalian ketahui sang pangeran (bukan sang kodok ya?) hidup bahagia dengan Cinderela. Dalam adegan itu aku dan Eun Hye berpegangan tangan dan bertatapan lalu.....‘Eitz’.....jangan berpikir kalau kami akan mengakhirinya dengan adegan “....” ya? Karena drama ini ditujukan untuk anak-anak jadi ceritanya sedikit kami ubah. He....(^_^)v
 Tiraipun kembali ditutup, suara gemuruh tepuk tangan penonton terdengar sangat riuh. Kami sangat lega akhirnya semua berjalan lancar, terutama diriku........(^_^)v

 “ Akting yang bagus sobat! “ seru Yeon Woo sambil menepuk bahuku
“ Ya akting yang bagus. “ ucap Miss Hyun Joo tersenyum hangat ke arahku “Seung Hyo dan Eun Hye terima kasih atas kerjasamanya berkat kalian acara ini bisa berjalan dengan sukses.“



CHAPTER 6
Sejak acara itu lama aku tidak bertemu dengan Eun Hye. Entah mengapa aku terus memikirkannya dan ingin sekali berjumpa dengannya. Ah kenapa aku ini? Aku berusaha untuk menepis bayangannya dari pikiranku.
“ Hyo apa kau baik-baik saja? Kau terlihat pucat? “ Yeon Woo membuyarkan lamunanku tapi aku tidak memperdulikannya. Memang hari ini aku merasa kurang sehat.
“ Hyo kalau kau sakit, pulanglah........lagipula restauran kita hari ini tidak terlalu ramai. “ boss-ku yang ternyata sedari tadi memperhatikanku ikut menimpali.
Sesampainya di rumah aku hanya tergolek lemah di tempat tidur, badanku terasa panas dan kepalaku rasanya sakit sekali. Entah berapa lama aku tertidur hingga akhirnya aku tersadar. Rasanya aku baru saja bermimpi ibu datang dan merawatku, belaian lembut tangannya mengusap wajahku. Tapi sepertinya aku tidak sedang bermimpi? Lalu aku mengerjapkan mataku perlahan, seseorang telah duduk di samping ranjang sambil terus menatapku lembut....
“ Kau sudah sadar? “ ucapnya “ Sepertinya demammu sudah turun.” Ia lalu mengganti kain kompres yang ada di keningku
“ Eun Hye? “ kataku terkejut “ Bagaimana kau kemari? “
“ Yeon Woo yang menghubungiku katanya kau sakit, karena khawatir ia memintaku untuk merawatmu. “
“ Dasar anak itu....dia terlalu melebih-lebihkan, aku tidak apa-apa hanya sedikit kelelahan. “ kataku dengan lemah sambil berusaha untuk duduk. Tapi jauh di dalam hatiku aku merasa senang karena dia ada di sini.
“ Sudah jangan banyak bicara lagi kau harus banyak istirahat. Aku akan merawatmu sampai kau benar-benar pulih.”
“Sekarang makanlah.... Mungkin tidak seenak bubur buatanmu tapi dijamin kebersihannya, bebas dari racun. “ candanya yang membuatku tersenyum
Seperti anak kecil aku menurut saja ketika dia menyuapiku. Perasaan apa ini? Aku merasa hangat jika ia berada di dekatku. Apakah aku sudah jatuh cinta padanya?


***
“ Hyo kenapa kau melamun? “ ucap Yeon Woo “ Apa kau sakit lagi? “ 
kemudian memegang keningku memeriksa suhunya dan membandingkannya dengan keningnya sendiri 
“ Tapi badanmu tidak panas? “
“ Haa....aku tau!!! Kau pasti sedang memikirkannya kan?!! “ seru Yeon Woo
“ Siapa yang memikirkan Eun Hye? “ kataku gelagapan
“ Aku tidak berkata bahwa kau sedang memikirkan Eun Hye? “ dengan senyum kemenangan ia mendapatiku salah tingkah “ Lihat wajahmu yang memerah itu?! He...^_^”
“ Kenapa tidak kau ungkapkan saja perasaanmu itu? “
“ Aku tidak tahu bagaimana perasaannya terhadapku. Aku takut jika aku tidak bisa menerima kenyataan yang tak sesuai dengan harapanku...” 
“ Hei kawanku yang satu ini memang hebat dalam segala hal tapi tidak dengan yang satu ini. Tenang saja kau akan ditangani oleh ahlinya?! “
“ Serahkan saja semuanya padaku! “ (^_^)v


***
“ Apa yang kulakukan? Kenapa aku bisa mempercayai anak itu? ” gumamku sambil terus melangkah.
Aku merasa resah sekali, malam ini Yeon Woo telah mempersiapkan sesuatu dan aku tak tau apa itu? Dia hanya menyuruhku untuk datang pukul 10 malam ke restoran tempat kami bekerja tanpa memberitahu apa rencananya.
“ Kenapa kau lama sekali? ” ucapnya begitu tau aku datang “ Ayo cepat ganti bajumu! “
Setelah itu ia mengajakku ke depan, betapa terkejutnya aku ketika melihat seisi ruangan terlihat gelap dan hanya ada sebuah meja yang telah dihias dengan cantik dan dikelilingi lilin-lilin kecil.
“ Aku sudah melakukan sejauh ini, sekarang giliranmu! Berjuanglah! “ ucapnya kemudian meninggalkanku
“ Hi wait..... “ tapi ia tidak menghiraukanku dan terus berlalu “ apa yang harus kulakukan sekarang? “
Belum selesai aku mengatur perasaanku tiba-tiba terdengar suara langkah kaki yang semakin jelas.
“ Hallo...apa ada orang? “
“ Seung Hyo? Kaukah itu? “ ucap seorang gadis lirih.
Sejenak kami berpandangan entah karena saling terpesona atau memang kami bingung harus melakukan apa.
“ Kau tidak mempersilahkan aku untuk duduk? “
“ Oh ya maaf, silahkan.....“ kutarik sebuah bangku dan mempersilahkannya duduk.
“ Apa kau yang mempersiapkan semua ini? “ tanya Eun Hye dengan senyuman manisnya.
“ Hm...eh...a...aku.... “
“ Selamat malam Tuan dan Nyonya, selamat datang di restauran kami “ seseorang tiba-tiba saja muncul
“ Yeon Woo?!! “ seru kami hampir bersamaan
“ Perkenalkan saya Yeon Woo kepala cheff di restaurant ini siap melayani tuan dan nyonya. “ sambil membungkukkan badannya ia kemudian menyajikan beberapa hidangan. 
Di restoran tempatku bekerja Yeon Woo adalah seorang pattisier hebat, dia ahli di bidangnya. 
“ Silahkan....” ucapnya sambil mengerling ke arahku
Kamipun mulai menyantap makanan yang disajikan. Suasana terasa hening sekali yang terdengar hanya alunan musik lembut yang menemani kami. Selesai makan kamipun hanya terdiam tak tahu harus mengobrol tentang apa?
“ Baiklah Seung Hyo sekarang atau tidak sama sekali! “ seruku dalam hati
Kemudian aku beranjak dari tempat dudukku berjalan ke arah panggung kecil yang ada di depan kami. Ada sebuah piano besar di sana, akupun duduk dan mulai memainkannya. Sebuah lagu yang berjudul “ Love You “ dari Howl kulantunkan untuknya.
“ Hm....maaf sebelumnya kalau aku lancang.” kataku memberanikan diri
“Sudah cukup lama aku merasakan sesuatu yang tak biasa. Yaitu perasaan hangat ketika kau ada di sisiku, bahagia ketika melihatmu tersenyum dan rindu yang teramat sangat saat kau jauh dariku. Sebelumnya aku sangat takut dengan semua itu. Aku takut jika kau mengetahuinya kau akan menjauh dariku. Tapi perasaan ini telah mengalahkan egoku dan melawan rasa takutku sendiri. Setelah malam ini aku tidak tahu lagi bagaimana sikapmu terhadapku, tapi kumohon jangan membenci atau menjauh dariku....”
Kulihat dia hanya terdiam lalu beranjak dari kursinya kemudian berjalan ke arahku. Sesaat dadaku terasa sesak, ingin sekali aku tahu apa yang ada dipikirannya saat ini........
“ Aku sungguh kecewa padamu! 
Ya.......aku kecewa karena kau tidak jujur dan telah membohongiku! ”
“ Kenapa begitu susah bagimu untuk jujur dan mengungkapkan perasaanmu yang sebenarnya? “
“ Kenapa tidak kau katakan sejak awal? “
Lemas terasa kakiku saat aku mendengar kata-kata yang keluar dari mulutnya 
“ Dan mulai sekarang.......aku ingin kau jujur dan tidak membohongiku lagi.
Serta aku ingin kau selalu berada di sampingku dan melindungiku...”
Ia kemudian mengakhiri kata-katanya dan sebuah senyuman mengembang dari bibirnya. Sungguh aku tidak percaya dengan apa yang baru saja kudengar, apakah ini berarti bahwa ia menerimaku?
Kurengkuh bahunya ke dalam pelukanku, sungguh aku tak bisa menggambarkan perasaanku saat ini.
“ Kau tau? Aku sangat menyayangimu....” lalu kukecup keningnya dengan lembut
“ Dan aku berjanji akan selalu berusaha menjaga dan melindungimu…..”
Sungguh musim panas yang indah.....

*** The End***

Sabtu, 07 November 2009

Papa........

Papa.........
Satu kata yang cukup lama kurindukan untuk terucap
Tak terasa 3 th sudah kami hidup tanpamu.
Banyak kenangan yang kini perlahan-lahan mulai sirna dari ingatanku.

Papa..........
Seandainya engkau tau terlalu banyak hal yang ingin aku ceritakan kepadamu.
Terlalu banyak hal yang ingin aku bagi dengan mu.
Tapi ku tau hal itu tak mungkin dapat kulakukan lagi.

Papa..........
Ada sebuah penyesalan terbesar dalam hidupku
Yaitu ketika aku tidak dapat mendampingimu di saat - saat terakhirmu.
Bahkan akupun tak sempat untuk mengucapkan kata maaf kepadamu.
Terkadang aku sempat berfikir andai saja aku tak berada jauh darimu
mungkin semua ini tak akan terjadi.
Hancur hatiku setiap kali aku mengingat hal itu..........

Papa..........
Andai saja ku dapat memutar kembali waktu
Aku ingin sekali berjumpa denganmu sekali saja dan mengucapkan maaf............
Aku ingin kau tau bahwa engkau adalah papa terbaik yang ada di dunia ini
Aku ingin kau tau bahwa aku sesungguhnya sangat menyanyangimu
Dan aku akan berusaha untuk menjadi yang terbaik untukmu
Menjadi seseorang yang dapat kau banggakan.......

Papa I Miss U So.................

Template by:

Free Blog Templates